Rangkuman Pelajaran | Kisi Kisi | Prediksi Soal

Kisi - Kisi IPA

0 komentar

Komponen Penyusun Ekosistem :

1. Komponen Biotik   : Komponen makhluk hidup

Berdasarkan cara memperoleh makanan, komponen biotic terdiri dari :
         a) Organisme autotrofik (memberi makanan sendiri)
             Organisme autotrofik : organisme yang mampu memproduksi makanan sendiri.
        
         b) Organisme Heterotrofik
                 Organisme Heterotrofik : organisme yang berperan sebagai konsumen, organisme heterotrofik terdiri atas 2 kelompok organisme, fagotrof dan saprotrof.
- FAGOTROF = kelompok organisme yang memperoleh energi dari memakan tumbuhan atau organisme lain. Contohnya : sapi makan rumput.
- SAPROTROF = Organisme saprotrof disebut juga organisme pengurai, yaitu kelompok organisme yang memanfaatkan energi dari hasil penguraian bahan organic sisa makhluk hidup. Contohnya : bakteri dan jamur.

2. Komponen Abiotik : Faktor Lingkungan
         Contohnya : Suhu, Air, Cahaya Matahari, Angin, Batu dan tanah, Iklim, Garam.


Ekosistem       : Hubungan saling mempengaruhi antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

Individu          : Makhluk hidup tunggal yang secara otonom dapat melakukan proses-proses kehidupan secara mandiri. Contohnya : sebatang pohon rambutan, seekor katak, dan serumpun padi.

Populasi          : Sekumpulan makhluk hidup yang berada di wilayah tertentu, dalam waktu tertentu dan saling berinteraksi.

Komunitas      : kumpulan dari beberapa populasi yang saling berinteraksi, menempati suatu daerah dalam waktu tertentu. Contoh : komunitas hutan jati dan komunitas padang rumput.

Bioma             : Kesatuan ekosistem dalam skala yang luas yang dibedakan berdasarkan iklim. Contoh : Bioma hutan hujan tropis, bioma padang gurun, bioma taiga, dan bioma udara.

Biosfer            : Kesatuan ekosistem yang berada di seluruh permukaan bumi. Biosfer meliputi seluruh organisme dan lingkungan yang berinteraksi untuk memungkinkan berlangsungnya aliran energi dan siklus materi.

Habitat           : Tempat tinggal organisme di alam. Misalnya: habitat berudu adalah perairan yang tenang atau di kolam yang banyak tumbuhan airnya.

Relung            : Kekhasan tiap spesies dalam suatu ekosistem untuk memanfaatkan sumber daya biotic maupun abiotik.

1. Produsen    : Organisme yang dapat menyusun senyawa organic sendiri dengan menggunakan bahan senyawa anorganik yang berfungsi untuk menyediakan makanannya sendiri. Kelompok produsen meliputi: tumbuhan, ganggang dan bakteri (bakteri hijau dan ungu).

2. Konsumen  : Organisme yang memanfaatkan bahan organik dari makhluk hidup lain sebagai sumber makanannya. Berdasarkan asal sumber bahan makanannya dibedakan menjadi herbivora (pemakan tumbuhan) dan karnivora (pemakan daging).

3. Detrivor      : Organisme pemakan partikel2 organik dan detritus. Contohnya : cacing tanah, lipan, teripang, dan siput.

4. Decomposer: Organisme yang bertugas mengubah partikel2 organik menjadi partikel anorganik. Contoh : jamur dan bakteri. Tipe dekomposisi ada tiga, yaitu :
                        a) aerobik       : oksigen adalah penerima elekrton / oksidan.
                        b) anaerobik  : oksigen tidak terlibat. Bahan organik sebagai penerima elekron/oksidan.
                        c) fermentasi  : anaerobic namun bahan organic yang teroksidasi juga sebagai penerima elekron.

Mutualisme = Hubungan antara dua jenis makhluk hidup yang saling menguntungkan. Contoh : Sapi dengan burung jalak.

Komensalisme = Hubungan antara dua jenis makhluk hidup yang mendapatkan keuntungan hanya 1 pihak. Contohnya : Ikan2 yang ikut ikan besar.

Kisi - Kisi Bahasa Indonesia

0 komentar

APRESIASI KARYA SASTRA

Judul               : Kepala Karangan
Tema               : Inti Cerita
Tokoh              : Pelaku/Pemain
                        Peran         :  Utama, Pembantu
                        Sifat          : Protagonis, Antagonis, Tritagonis
Watak              : Sifat / Penokohan
Latar / Setting : Tempat, Suasana, Waktu
Alur                 : Jalan Cerita.
                        Terdiri dari Alur Maju, Mundur, Campuran.
Amanat           : Pesan Untuk Pembaca
Sudut Pandang: - Orang I pelaku utama
                              Kata ganti : aku, saya à tunggal      kita, kami à Jamak
                          - Orang III : dia, ia, nama orang à tunggal
                              Kata ganti : mereka à jamak


APRESIASI FILM dari DRAMA

Apresiasi               : memberikan penghargaan, penilaian, memahami, penghayatan terhadap suatu karya.

Film dan Drama    : menonjolkan kehidupan yang terjadi di masyarakat.

1. Apresiasi Film : memberikan penilaian terhadap karya film.
Resensi Film          : karya tulis berisi penilaian mengenai baik atau buruknya sebuah film
Tujuan resensi       : Untuk membantu masyarakat terhadap layak atau tidaknya film itu ditonton.            

Unsur-unsur pokok film : penulis skenario, sutradara, aktris/actor, juru kamera, produser, editing, penata artistik.
2. Apresiasi Drama  : memberikan penilaian mengenai kelebihan dan kekurangan suatu drama.

Unsur-unsur Drama       :  1. Plot/alur/jalan Cerita :
                                             Pengantar, Penampilan masalah, Klimaks, Antiklimaks, penyelesaian.
                                          2. Penokohan : Protagonis (baik), Antagonis (jahat), Figuran.
                                          3. Dialog/ Percakapan : Mimik atau ekspresi, Penggunaan bahasa, Konflik/Permasalahan, Amanat.

Mengenal Iklan Dan Poster

Berdasarkan sifatnya        :  - Iklan Niaga à barang yang dijual
                                             - Iklan Nonniaga à jasa yang dijual

Contoh Iklan   : Aku dan kau suka Dancow
Contoh Poster : Lindungi Hutan dari Kepunahan

Unsur- Unsur Iklan        : ada produk yang ditawarkan, sasaran harus tepat, ada penanggung jawab, bahasa yang digunakan harus menarik, ada slogan, ada logo dan nama perusahaan, ada foto produk yang ditawarkan.





Majas/Gaya Bahasa

1. Personifikasi       : Membandingkan benda mati seolah-olah hidup seperti manusia/majas penginsanan.
                        Contoh : - Nyiur melambai-lambai
                                       - Air hujan memandikan batang-batang padi
2. Metafora             : Majas yang menggunakan ungkapan.
                        Contoh :    - Pemuda adalah tulang punggung Negara
                                          - Perpustakaan adalah gudang Ilmu.
3. Simile / asosiasi   : Perbandingan yang menggunakan kata bak, laksana, seperti ibarat.
                        Contoh :    - Semangatnya keras bagai baja
                                          - Mukanya pucat bagai bulan kesiangan
4. Pleonasme           : Majas yang menggunakan kata berlebihan
                        Contoh :    - Dia melihat peristiwa itu dengan mata kepalanya sendiri
                                          - Dia menendang bola dengan kakinya
5. Hiperbola            : Majas yang membesar-besarkan suatu keadaan.
                        Contoh :    - Air matanya mengalir menganak sungai
                                          - Suaranya menggelegar membelah angkasa
6. Metonimia           : Majas yang menggunakan nama merek untuk mengasosiasikan sebuah benda sesuai dengan ciri2 benda itu.
                        Contoh :    - Ayah menghisap Gudang Garam
                                          - Ibu menjahit dengan Singer.
7. Ironi                     : Majas sindiran halus dengan mengemukakan fakta sebaliknya.
                        Contoh :    - Baru pukul 8 kok sudah bangun.
                                          - Bagus sekali tulisanmu sampai tidak bisa terbaca.
8. Sinisme                : Majas sindiran lebih keras diatas majas Ironi.
                        Contoh :    - Muntah aku melihat kelakuanmu
                                          - Katanya pintar tapi nilaimu jelek
9. Sarkasme            : Majas sindiran paling kasar.
                        Contoh :    - Tulikah kamu dipanggil dari tadi tidak datang juga

10. Paradoks           : Majas pertentangan dalam suatu kalimat
                        Contoh :    - Gajinya besar, tapi hidupnya melarat.
                                          - Dia merasa kesepian ditengah-tengah ramainya kota Jakarta
11. Litotes                : Majas pertentangan dengan maksud merendahkan diri.
                        Contoh :    - Silahkan singgah ke Gubuk kami.
-          Terimalah kado yang tak berharga ini.

Peribahasa

1. Ungkapan        : gabungan kata yang maknanya tidak dapat diturunkan dari makna kata-kata yang membentuknya.
      Contoh      :     - Mata hati             = Perasaan
                              - Buah Mulut         = Ucapan
                              - Ayam Jago          = Pemberani
                              - Buah Tangan       = Oleh-oleh

2. Bidal                 : Peribahasa yang berisi nasihat yang dijadikan semboyan, sindiran
      Contoh      :     - Bhineka Tunggal Ika : Berbeda-beda tetapi tetap satu tujuan
                              - Berkata peliharaka lidah : kita harus berhati-hati dalam berbicara

3. Perumpamaan : Peribahasa yang mengandung perbandingan.
      Contoh      :     - Seperti durian dengan mentimun : orang yang lemah hendak melawan orang yang kuat.
                              - Bagai anak kehilangan induknya : kehilangan pedoman
                              - Habis manis sepah dibuang : sesuatu disimpan bila diperlukan, jika tidak diperlukan dibuang.

4. Pepatah            : Peribahasa yang berisi nasihat dan ajaran dari orang tua.
      Contoh      :     - Anjing menggonggong kafilah berlalu : Biarpun banyak rintangan dalam usaha tetapi kita tidak boleh putus asa.

Macam2 Peribahasa :
a.       Janganlah bergantung pada akar lapuk = Janganlah meminta bantuan kepada orang yang tidak mampu.
b.      Hari baik dibuang buang, hari buruk di kejar-kejar = Mengejar peluang baik ayng pernah diabaikan sebelumnya.
c.       Hati gajah sama dilapah, hati kuman sama di cacah = Banyak sedikit dibagi rata.
d.      Seberat-berat mata memandang, lebih berat bahu memikul = Betapapun berat orang melihat penderitaan orang lain masih lebih berat orang yang mengalami penderitaan tersebut.
e.       Kalah jadi abu menang jadi arang = Yang kalah dan yang menang sama-sama rugi.
f.       Menerima panjang tangan, mengulur sekali belum = Senang meminta tetapi tidak mau memberi.
g.      Seperti pungguk merindukan bulan = Seseorang yang merindukan kekasihnya tetapi cintanya tidak terbalas.

Membaca Proposal

Proposal adalah tulisan yang berisi rencana pengajuan rancangan kerja.

Unsur – Unsur Proposal :
1.      Nama Kegiatan / Judul
2.      Latar Belakang/Dasar/Landasan Pemikiran
3.      Tujuan Kegiatan
4.      Tema
5.      Sasaran/Peserta
6.      Tempat dan Waktu
7.      Kepanitiaan
8.      Anggaran Biaya
9.      Penutup

Bahasa Proposal : Bahasa yang digunakan kalimatnya harus bersih/jujur, akurat/jelas, dan efektif.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan Proposal :
1.      Kesalahan penulisan bahasa
2.      Kesalahan pada penulisan bahasa asing.
3.      Mengutip menulis daftar pustaka
4.      Mengecek dan mengoreksi karya yang telah disusun.

Aplikasi Nilai-Nilai Karya Sastra dalam Kehidupan Sehari-hari

Nilai-nilai karya sastra meliputi :
1.      Nilai moral adalah nilai yang berhubungan dengan moral, etika, tingkah laku, sopan santun seseorang.
2.      Nilai pendidikan adalah nilai yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.
3.      Nilai adapt/budaya adalah nilai yang berhubungan dengan kebiasaan, seni, budaya suatu daerah.
4.      Nilai agama adalah nilai yang berhubungan dengan keyakinan / ibadah seseorang / yang berkaitan dengan kaidah agama.
5.      Nilai social adalah nilai yang menyangkut hubungan antar sesame manusia, kerja sama, tolong-menolong, dsb.
6.      Nilai estetika adalah nilai yang berhubungan dengan keindahan. (segi keindahan bahasa)






Mengindentifikasi Jenis2 Surat dan Bentuk2 Surat
Jenis-jenis surat berdasarkan pemakaiannya terdiri dari :
1.      Surat dinas/resmi
2.      Surat pribadi
3.      Surat niaga
4.      Surat social


Bagian-bagian Surat Dinas / Resmi :
1.      Kop / Kepala Surat
2.      Titi Mangsa
3.      No, Hal, Lampiran
4.      Alamat Tujuan
5.      Salam Pembuka
6.      Paragraf Pembuka
7.      Isi Surat
8.      Paragraf Penutup
9.      Salam Penutup
10.  Nama dan Tanda Tangan
11.  Tembusan


Surat Pribadi terbagi atas :
a. Surat Pribadi bersifat resmi             : ditujukan untuk lembaga
      Contoh      : Surat Lamaran Pekerjaan
b. Surat Pribadi bersifat pribadi          : Surat untuk orang tua, saudara, dll.





Bagian-bagian Surat Pribadi :
1.      Titi Mangsa
2.      Nama dan Alamat Kirim
3.      Salam Pembuka
4.      Paragraf Pembuka
5.      Isi Surat
6.      Paragraf Penutup
7.      Salam Penutup
8.      Nama dan Tanda Tangan

Surat-surat Resmi dan surat-surat Niaga

Contoh-contoh surat resmi : Surat Pemberitahuan, Surat Edaran, Surat Undangan.

1.      Surat Pemberitahuan biasanya berisi pemberitahuan tentang sesuatu yang dibuat oleh instansi.lembaga.
2.      Surat Edaran : Bersifat Khusus, Bersifat Umum
-          Surat Edaran yang bersifat khusus biasanya dibuat oleh lembaga yang lebih tinggi kedudukannya ditunjukkan untuk lembaga yang ada dibawahnya.
-          Surat Edaran bersifat Umum ditujukan untuk semua orang (khalayak).
            Jenis Surat Edaran :
1.      Edaran Pemerintah à Contoh : Edaran Pemilu, Edaran libur hari besar.
2.      Edaran dari Instansi Pemerintah à contoh : Dinas Pendidikan mengeluarkan Surat Edaran : Pelaksanaan UN
3.      Edaran dari Perusahaan à Mempromosikan hasil produksi
      3. Surat Undangan
                        Surat Undangan terdiri dari :
1. Undangan resmi à ada kop surat, no, perihal
2. Undangan semi resmi à undangan pernikahan, arisan keluarga
3. Undagan tidak resmi à ulang tahun

Surat Perjanjian
Surat Perjanjian :   - Otentik : disaksikan oleh pejabat pemerintah / notaries
                              - Di bawah tangan : tidak disaksikan pejabat pemerintah / notaris
Jenis-jenis surat perjanjian :
1.      Perjanjian jual-beli
2.      Perjanjian sewa-beli
3.      Perjanjian sewa-menyewa
4.      Perjanjian pemborong
5.      Perjanjian pinjam-meminjam
6.      Perjanjian kerja

Hal-hal yang terdapat pada surat perjanjian jual-beli :
1.      Pihak ke – I sebagai penjual
2.      Pihak ke – II sebagai pembeli
3.      Saksi-saksi
4.      Tanggal pembuatan perjanjian
5.      Pasal-pasal yang mengatur perjanjian
6.      Perjanjian dibuat diatas kertas segel / bermaterai 6000 dibuat rangkap dua.